Dalam Topeng
Blantek pantun bukan saja berfungsi sebagai syair dan sajak, tetapi sebagai
bagian pertunjukan Topeng Blantek untuk menyindir lawan main dengan melempar
pantun pada lawan main sebagai ciri khas tradisi Betawi yang memiliki bahasa
pantun melayu Betawi pinggir. Jenis pantun yang diutarakan berupa: “berpantun”
yaitu menyanyikan (membawakan) pantun bersambut, “memantuni” yaitu menyindir
dengan pantun dan “memantunkan” mengarang (menyatakan) dalam bentuk pantun.
Terkadang dalam memantunkan, bisa saja tidak nyambung dengan syair untuk
mengeluarkan efek lucu dan lawakan. Misalnya saja, "Ikan peda ikan gerame - Burung Platuk bukan perenjak, Ada apa rame-rame - Si Jantuk Lagi Manjak". (aj/ziz)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar