Tata
rias pada pertunjukan Topeng Blantek tanpa harus menggunakan aksen pada
wajahnya pun pertunjukan dapat berjalan dan ditampilkan. Tetapi karena
kebutuhan penonton untuk menjelaskan karakter yang dimainkan, kini Topeng
Blantek sudah menggunakan aksen pada wajahnya. Tata rias Topeng Blantek
menggunakan karakter keseharian, hanya dengan aksen yang minimalis pertunjukan
Topeng Blantek dapat dimainkan dengan lancar. Pada pertunjukan Topeng Blantek
biasanya yang menggunakan aksen untuk tokoh karakter tertentu, mereka biasanya
menggunakan bahan tata rias tradisional, yaitu areng atau pensil sipat berwarna
hitam untuk membentuk aksen pada jenggot, kumis, alis dan lainnya. Topeng
Blantek memiliki musik tradisional sebagai pengiring musik pertunjukan.Dan
musik tradisional inilah yang dapat menguatkan betuk tradisional teater
tersebut.Musik dimainkan untuk memperkuat suasana dalam cerita dengan nyanyian,
tarian, dan lain-lain dengan improvisasi pemusik tradisional tersebut. Musik
pertunjukan Topeng Blantek berbeda dan teater rakyat Betawi lainnya, alat musik
yang biasa digunakan mulanya hanya alat musik yang sederhana seperti kaleng,
panci, kayu, dan lain-lain atau musik seadanya. Musik ini merupakan pengiring
pertunjukan Topeng Blantek, yang biasa digunakan pada saat pembukaan
pertunjukan, suasana adegan, pengiring nyanyian, tarian, dan penutup.(aj/ziz)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar