Pada mulanya sundung berasal dan prasarana
(pembawa barang) para pedagang pada Jaman dulu, semacam alat pikul yang
digunakan para pedagang untuk membawa barang para pedagang, seperti alat pikul
rumput, kayu bakar dan lain-lain. Namun seiring berkembangnya pertunjukan
Topeng Blantek, sundung tersebut
digunakan sebagai artistik panggung. Ada tiga sundung yang digunakan di panggung dalam pertunjukan Topeng
Blantek. Ketiga sundung tersebut
berfungsi sebagai pembatas untuk masing-masing pemeran, pemusik, dan penari
dengan para penonton. Pakaian
yang biasa digunakan pertunjukan Topeng Blantek merupakan kostum atau pakaian
sehari-hari adat budaya Betawi sesuai dengan tokoh yang dimainkan para pemain.
Biasanya kostum adat budaya Betawi menggunakan pakaian muslim adat Betawi,
karena masyarakat Betawi rata-rata merupakan penganut agama islam. Kostum
bernuansa Islami ini tetap mencirikan kekhasan Betawi yang merupakan unsur
perpaduan dari budaya Sunda, Jawa, Arab dan Cina. Pakaian Topeng Blantek lebih
kepada kostum keseharian si tokoh dan memiliki warna yang gelap, namun
terkadang bisa mirip dengan kostum Lenong yang cerah.(aj/ziz)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar