Kamis, 29 Mei 2014

Tata Pentas Topeng Blantek


Pada mulanya sundung berasal dan prasarana (pembawa barang) para pedagang pada Jaman dulu, semacam alat pikul yang digunakan para pedagang untuk membawa barang para pedagang, seperti alat pikul rumput, kayu bakar dan lain-lain. Namun seiring berkembangnya pertunjukan Topeng Blantek, sundung tersebut digunakan sebagai artistik panggung. Ada tiga sundung yang digunakan di panggung dalam pertunjukan Topeng Blantek. Ketiga sundung tersebut berfungsi sebagai pembatas untuk masing-masing pemeran, pemusik, dan penari dengan para penonton. Pakaian yang biasa digunakan pertunjukan Topeng Blantek merupakan kostum atau pakaian sehari-hari adat budaya Betawi sesuai dengan tokoh yang dimainkan para pemain. Biasanya kostum adat budaya Betawi menggunakan pakaian muslim adat Betawi, karena masyarakat Betawi rata-rata merupakan penganut agama islam. Kostum bernuansa Islami ini tetap mencirikan kekhasan Betawi yang merupakan unsur perpaduan dari budaya Sunda, Jawa, Arab dan Cina. Pakaian Topeng Blantek lebih kepada kostum keseharian si tokoh dan memiliki warna yang gelap, namun terkadang bisa mirip dengan kostum Lenong yang cerah.(aj/ziz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar