Kamis, 29 Mei 2014

Topeng Blantek Induk Teater Rakyat Betawi


Topeng Blantek merupakan induk dari teater rakyat Betawi, karena Topeng Blantek memiliki apresiasi seni yang terdapat di teater rakyat Betawi lainnya. Misalnya seni tari, seni musik, dan drama. Asal mula Topeng Blantek menjadi sebuah pertunjukan berawal dari para pedagang yang menjual dagangannya melalui celoteh-celoteh (kata-kata). Dan tutur kata yang diucapkannya itu, kemudian menjadi sebuah pertunjukan. Pedagang-pedagang tersebut kebanyakan berasal dan kalangan ahli agama Islam yang akhirnya mempergunakan Topeng Blantek sebagai penyebaran agama Islam dan dakwah-dakwah kepada masyarakat. Pada tahun 1972 Topeng Blantek mulai berkembang melalui Festival Topeng Blantek di Jakarta yang diadakan oleh Pemda DKI Jakarta, kemudian Festival Topeng Blantek diadakan kembali pada tahun 1993. Festival dimaksudkan untuk meregenerasi, memberi dorongan moriil, memotivasi untuk berkreasi, dan memperluas penyebaran Topeng Blantek. Tokoh yang mengembangkan Topeng Blantek yaitu almarhum Ras Barkah. Topeng Blantek kurang mendapat perhatian dari Pemprov DKI Jakarta, sehingga mengakibatkan masyarakatnya kurang mengenal Topeng Blantek. Hanya Lenong yang sering kali ditonton oleh masyarakat Jakarta, sehingga pertunjukan-pertunjukan teater rakyat Betawi lainnya tetap dikenal dan disebut Lenong oleh masyarakat.(aj/ziz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar