Topeng Blantek
merupakan induk dari teater rakyat Betawi, karena Topeng Blantek memiliki
apresiasi seni yang terdapat di teater rakyat Betawi lainnya. Misalnya seni
tari, seni musik, dan drama. Asal mula Topeng Blantek menjadi sebuah
pertunjukan berawal dari para pedagang yang menjual dagangannya melalui
celoteh-celoteh (kata-kata). Dan tutur kata yang diucapkannya itu, kemudian
menjadi sebuah pertunjukan. Pedagang-pedagang tersebut kebanyakan berasal dan
kalangan ahli agama Islam yang akhirnya mempergunakan Topeng Blantek sebagai
penyebaran agama Islam dan dakwah-dakwah kepada masyarakat. Pada tahun 1972
Topeng Blantek mulai berkembang melalui Festival Topeng Blantek di Jakarta yang
diadakan oleh Pemda DKI Jakarta, kemudian Festival Topeng Blantek diadakan
kembali pada tahun 1993. Festival dimaksudkan untuk meregenerasi, memberi
dorongan moriil, memotivasi untuk berkreasi, dan memperluas penyebaran Topeng
Blantek. Tokoh yang mengembangkan Topeng Blantek yaitu almarhum Ras Barkah. Topeng
Blantek kurang mendapat perhatian dari Pemprov DKI Jakarta, sehingga
mengakibatkan masyarakatnya kurang mengenal Topeng Blantek. Hanya Lenong yang
sering kali ditonton oleh masyarakat Jakarta, sehingga pertunjukan-pertunjukan
teater rakyat Betawi lainnya tetap dikenal dan disebut Lenong oleh masyarakat.(aj/ziz)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar